Selasa, 22 Februari 2011

Test Coba-Coba Buat Vario kenceng Berhasil!

Honda Vario milik tim Sinergy Motor (SM) ini, mampu menempati podium ketiga di kelas 150 cc Pemula di seri I ajang bertitel Pertamax Plus BRT Indotyre Race & Party 2009 di Sirkuit Sentul Kecil, Bogor. Rahasianya, ada di kruk-as Cryogenic. Wah, apaan tuh?

Menurut pria ramah berbadan gempal ini, kruk-as Vario itu jadi mempunyai kekuatan seperti intan. Ya, keras dan enggak gampang termakan. Itu karena struktur metalnya bertambah padat dan keras.
“Metode cryogenic ini, yaitu melakukan pendinginan pada part hingga suhu di bawah 300º celcius,” bilang Senaponda. Begitunya kekuatan kruk-as pun jadi bertambah. Kruk-as Vario jadi enggak mudah melintir. Teknik metal treatment ini pernah ditulis MOTOR Plus.

Eit, tapi bukan cuma itu saja rahasianya. Masih di sekitar kruk-as, juga kok. “Kruk-as dibandul lagi. Beratnya bandul di kedua sisi, 80 gram,” aku pria yang suka riset ini. Mantapnya lagi, selain bandulan ada di dalam, bubutannya juga dilakukan melalui proses mesin CNC.
Pastinya sih, dengan pakai mesin CNC ini, tingkat kepresisian jadi lebih akurat. Lanjut! Setelah dibandul, proses selanjutnya adalah melakukan penggantian setang seher.
“Setang seher standar diganti pakai punya Yamaha V-ixion agar lebih panjang,” ungkap Joko, mekanik SM. Pakai setang seher V-ixion, lubang pen piston pun berganti jadi 14 mm. Tentunya, piston milik Vario tak lagi bisa dipakai.
Akhirnya, silinder Vario ini dijejali piston Izumi diameter 54,5 mm tipe highdome milik Shogun 125. Piston ini punya pen yang sama. Yap! 14 mm tuh.
Oh ya! Pen kruk-as sedikit digeser 3 mm. Itu artinya, stroke naik-turun jadi 6 mm. Sekarang, total stroke jadi 61 mm. So, total kapasitas Vario ini pun jadi 142 cc.
Sip!
Durasi kem dibuat hanya sekitar 277º. Hitungannya? Buat klep in membuka 37º sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan menutup 60º setelah Titik Mati Bawah (TMB). Sedang klep buang, dipatok pada durasi 279º. Yup! Buka 59º sebelum TMB dan nutup 40º setelah TMA. Jadinya tenaga motor di putaran atas lho.
Sedang power bawahnya, kan sedikit dibantu dengan naiknya stroke. “Boleh dibilang, bagus buat rolling speed dan trek lurus deh,” kata Joko yang pernah nimba ilmu ke Ahon alias Herman Lo ini.
DATA MODIFIKASI
Ban : Indotyre 80/90-14
Karburator : Keihin PE 28 mm
Main jet : 48
Pilot jet : 120
Per klep : Password
CDI : BRT I-Max
Roller : 10 gram

Minggu, 20 Februari 2011

Choco Blog

CARA SPIN 125 CC JADI 238,8 CC

Biar tenaga mesin berlipat, kapasitas mesin Spin 125 tentunya perlu ditingkatkan. “Lumayan kapasitasnya yang semula 125 cc saat ini menjadi 238,8 cc,” bilang mekanik murah senyum ini. Untuk itu perlu pasang piston gede dan naik stroke.
Boring bawaan motor enggak bisa lagi menampung piston baru milik Honda Tiger yang berdiameter 65 mm. Makanya boring asli dilepas, biar kompak kemudian dipasang liner bawaan Honda Tiger.
Enggak hanya itu, stroke juga ikutan digeser naik menjadi 8,5 mm dari posisi standar. Kini total panjang stroke yang awalnya hanya 5,5 mm menjadi 72 mm. Nah, ubahan ini juga diikuti dengan penggantian setang piston berlabel High Speed.

“Pakai setang asli malah mentok, makanya pilih produk aftermarket yang lebih panjang 3 mm dari standar. Kebetulan diameter pin piston sama dengan piston Tiger yaitu 15 mm jadi klop,” terang Oky lagi.

Otomatis biar piston enggak nyundul bagian head perlu dibuat paking tambahan. Setelah diukur paking yang ideal setebal 1,8 cm menggunakan bahan aluminium.

HEAD ENGGAK DIPAPAS

Kerja ruang bakar sempurna perlu ada penyesuaian setelah pasang piston gede. Oky ogah papas silinder head, doi mengandalkan ubahan klep Honda Tiger untuk in 31,5 mm dan out 27 mm.

Alhasil seting klep berubah dan sudut squish disesuaikan mengikuti dome piston. Kubah dibuat ulang dengan kemiringan yang didesain tirus menjadi 14 derajat. Setelah ruang bakar diatur ulang kini kompresi rasio menjadi 12 : 1.

RASIO BERUBAH

Bagian CVT Spin 125 masih mengandalkan bawaan motor. Cuma biar tarikan lebih responsip beberapa bagian juga perlu diubah. Roller sudah diganti dengan bobot 15 gram, sedang untuk rasio yang standar 13/45 diganti 14/47. “Cocok untuk dipacu di trek 800 meter.


 Ini juga aku copy..

hehe..