Kamis, 24 Februari 2011

Batasan Bore-up Harian Di Skutik Suzuki, Agar Tetap Efisien


OTOMOTIFNET - Baik Skywave, Spin atau Skydrive, sebenarnya tergolong skutik ber­kapasitas silinder besar di kelasnya. Tetapi, ternyata volume seperti itu masih belum memuaskan penggunanya. Masih ingin ditingkatkan lagi performa mesinnya.

Soal batasan ini, sebenarnya bisa saja dilakukan bore-up sebesar mungkin dibanding standar. Tetapi, aplikasi untuk sehari-hari tentu jadi lebih mengasyikkan. “Apalagi, konsepnya tak boleh mengurangi sisi ekonomis alias harus tetap efisien,” ujar Aldhie, dari BRS di kawasan Kalimalang, Bekasi.

.

Piston Satria FU, Volume menjulang 166 cc

Blok silinder standar sebaiknya dipertahankan
.

Pen piston perlu diperbesar jika pakai piston Satria
Apa sih, yang disarankan agar masih enak untuk digunakan sehari-hari dan tentunya tetap efisien bagi kocek? “Sebenarnya, seperti yang gue terapkan dan beberapa teman-teman di SOC (Skywave Owner Club), paling banyak mengupgrade jadi 150 cc dan 170 cc,” jelasnya.

Meningkatkan kapasitas si­­lin­der jadi 150 cc, bisa didapat de­ngan mengganti piston standar, ber­tukar posisi dengan Suzuki Thun­der yang diameter pistonnya 59 mm. “Sudah oversize 2 mm,” te­rang Aldhie.

Dengan torak seukuran ini, masih bisa menggunakan karburator standar dengan kem standar pula. Walau, jika ingin tentu penggantian camshaft ini tak diharamkan, bahkan akan meningkatkan perfor­manya dengan lebih baik lagi. “Masih tetap efisien kok,’ tuturnya.

Seperti apa efisiensinya? Tentu dengan penggunaan oli yang sama dengan standar. “Persis, enggak ada beda konsumsi olinya dibanding standar,” ujar ayah satu anak ini. Karburator tentu standar pula. Jetting diset pada pilot jet 15 dan main jet 135.

Lantas, jika mau lebih besar lagi, pilihan piston dari merek sejenis bisa dilakukan. Seher Suzuki Satria FU, berdiameter 62,5 milimeter (oversize 0,5 milimeter). Tentunya modifikasi lain pun perlu dilakukan.
Seperti setang piston, aslinya ha­nya berdiameter 14 mm, perlu diperbesar jadi 16 mm, agar sesuai dengan piston baru ini.

Ubahan ini pun masih bisa tetap mengandalkan karburator standar. Dengan settingan spuyer 17,5 dan 140 (pilot jet dan main jet), suplai bahan bakar untuk piston yang kini bervolume 166 cc itu pun masih bisa terpenuhi.

Tetapi ada sedikit biaya tambahan soal perawatan me­sinnya. Konsumsi olinya tak seperti standar atau bore-up 150 cc, “Agak lebih boros, tetapi soal konsumsi bahan bakar, seliter bisa untuk 35 kilometer, sementara untuk rute luar kota di atas 40 kilometer,

Bore up Irit




Kelar bore up, skubeker biasanya mengganti karburator dengan tipe skep manual dan berventuri besar. Lantaran karbu orisinal tipe vakum diklaim kurang mumpuni terutama di akselarasi.
Namun yang jadi masalah, penggantian karbu CV dengan tipe manual dan berdiameter besar kerap menuai kendala. Itu sering terjadi pada mesin motor skubek milik awam. namanya awam, tentu tidak paham akan kinerja mesin dan tipikal tipe karbu itu sendiri. Padahal maksud dari penerapan karbu CV di skubek standar atau tunggangan lain, tujuannya agar suplai bensin ke ruang bakar lebih efesian.
Lantaran dapur paculah yang mengontrol penuh permintaan bahan bakar lewat sistem vakum. “Maksudnya semakin besar tekanan di ruang bakar, makin banyak adonan gas bakar tersedot mesin. Dan semakin kuat sedotannya, semburan bensin dari spuyer juga tambah banyak. Sedang buka-tutup grip gas cuma pemancing, selebihnya membran karet karbu sebagai pengatur otomatis. Makanya bisa irit,” beber Doran Satria mekanik bengkel C-Dov-DR.Tech.
Artinya kalau sobat ingin pakai karbu vakum di mesin skubek bore up tidak ada masalah. Apalagi kalau tujunnya untuk efesiensi gas bakar tanpa mengorbankan tenaga yang ada. Sehingga pengunaan karbu manual tidaak lagi vital buat skubek yang sudah diubah mesinnya.
Cuma karena penggantian karbu sangat tergantung dari kebutuhan mesin. Skubekker pun harus pintar memilih ukuran diameter karbu vakum yang sesuai dengan perubahan yang tejadi di ruang bakar. Sehingga kebutuhan akan gas bakar yang dihisap tidak kekurangan.
Salah satu contoh, bila liner silinder Honda BeAT atau Vario dibore up pakai piston diameter di atas 52 mm. “Jika ingin ganti dari karbu asli vakum Keihin VK22, bisa comot karbu CV punya Kawak Kaze ZX atau Yamaha Mio. Kebetulan keduanya semerek dan berukuran sama yaitu Keihin NCV24,” timpal Aris FMC mekanik Matic’s Center.
Sama halnya jika Yamaha Mio pengguna karbu CV Mikuni NCV24 sudah dibore up pakai piston diameter di atas 57 mm sampai 65 mm. Agar asupan gas bakar tidak kekurangan, pilihannya bisa pakai karbu Nouvo Mikuni BS25 atau punya Satria F-150, Spin 125, Skywave 125 dan Thunder 125 bermerek Mikuni BS26.
Sementara jika belum puas pakai 4309388ukuran 26 mm, pilihan lain masih ada. Tentunya memiliki diameter venturi lebih besar. “Seperti Mikuni BS29 punya Bajaj Pulsar 180 DTS-i, Mikuni BS30 milik Yamaha Scorpio atau Mikuni BSR32 di tunggangan Thunder 250,” ujar Aris di Jl. Fatmawati, No. 24D, Jakarta Selatan. Dan yang terpenting kata Aris lagi, pilih ukuran karbu jangan sampai jadi mubazir.
INTAKE DAN PIPA KABEL SESUAI

Tidak jauh beda dengan karburator manual, karbu tipe CV juga wajib diseting ketika terjadi ubahan di sektor mesin. Baik itu cuma ganti knalpot atau sampai bore up liner silinder.
“Kalau cuma ganti knalpot racing cukup setel air pilot screw dan pilot-jet jika diperlukan. Tapi kalau sampai bore up, selain pilot-jet dan air pilot screw, main-jet juga perlu penyesuaian sampai hasil pembakarannya
ideal,” imbuh Doran yang praktik di Jl. Kahfi I, Kp. Setu, Ciganjur-Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Selain seting spuyer, pastikan juga intake manifold sepadan dengan bodi karbu, terutama jika lakukan penggantian ukuran karbu berventuri kecil ke yang lebih besar.
Tujuanya agar aliran gas bakar di lubang venturi tidak bocor dan debitnya tidak kekurangan atau terjadi turbulensi akibat banyak tekukan diseputar sambungan antara bodi dan intake itu sendiri.
Selain itu, pastikan juga posisi adaptor pipa alur kabel gas dari grip gas sudah pada tempatnya. Terutama jika terajadi perubahan karbu higga membuat posisi per katup berubah posisi.
VAKUM UNTUK SKUBEK
Skubek harus menggunakan karburator vakum. Mampu menakar bahan bakar secara presisi sesuai jumlah udara yang masuk ke dalam silinder. Apalagi mesin skubek cenderung bergasing tinggi supaya bisa memutar CVT. Makin deras saja kucuran bahan bakarnya.
Jika skubek dipaksa menggunakan karbu skep manual yang ditarik langsung, cenderung boros. Kejadian ini pernah dialami Em-Plus. Ketika itu karbu vakum Kymco Matica 125 tidak bisa menyemburkan bensin.
Penulis/Foto : Kris, Aong/Boyo
sumber: motorplus-online

Blok Bore up set Spin atau Skywave




Blok bore up untuk spin memang langka di pasaran, kali ini ada produk lokal yang mencoba mengail di celah yang sempit ini. dengan bahan dari blok original bawaan suzuki, dirubah menggunakan boring 57,5 mm dengan tebal boring luar 63 mm. membuat kapasitas spin atau skywave yang menggunakan blok bore up ini terdongkrak kapasitas nya menjadi 145 cc. Peningkatan kapasitas mesin ini dinilai masih aman untuk di pakai harian dengan karburator dan knalpot masih bawaan dari pabrikan. Dengan harga yang Tidak mahal .... akan membuat produk ini mampu bersaing di pasaran...penasaran untuk mencoba ? bisa hubungi kami langsung.
sumber By :http://info-produk-v53.blogspot.com/2009/07/blok-bore-up-set-spin-atau-skywave.html

Selasa, 22 Februari 2011

LInk Suzuki cuy

5. Suzuki


Service Manual FXR
http://www.indowebster.com/FXR150.html

Satria F150 Wiring Diagram
http://www.indowebster.com/FU_WD.html

Kumpulan Artikel FU di M+
http://www.indowebster.com/FU_M.html

Kumpulan Artikel Satria 120 (thanks to "cayoga")
http://satria120ers.xtreemhost.com/f...ic.php?f=1&t=5

Part Book IMNI (thanks to "ha ha ha")
http://eparts.suzuki.co.id/ezpartsweb/Default2.aspx

Repair Manual Thunder 125 (thanks to "kotakamal")
http://www.adrive.com/public/a71a5f0...3e51d3fde.html

Part Catalog Thunder 125 (thanks to "kotakamal")
http://www.adrive.com/public/7c04f2d...e40a1c879.html

Product Knowledge Thunder 125 (thanks to "kotakamal")
http://www.adrive.com/public/e09f6dc...3b4f1fdc2.html

Oprek Satria F150 (dicopas dari postingan "oodiohutama", thanks)
http://www.indowebster.com/OPREK_SATRIA_F150.html

Repair Manual Skywave 125 (thanks to "kotakamal")
http://www.adrive.com/public/938d28d...f171cbda9.html

Upgrade Spin Jadi 180


Upgrade Spin 125 Jadi 180wihans.web.id – Jakarta, Suzuki Spin termasuk jarang dimodifikasi. Maklum peranti pendukungnya lumayan langka. Termasuk aksi bore up sampai gede-gedean juga jarang dilakukan. Ini yang bikin penasaran seorang pemuda, pemilik Spin 125. Dia ingin membuat  Spin jadi 180 cc.
Dia tetap ingin motornya bisa dipakai harian. Dan tentunya juga, masih bisa digeber balap liar atau bali kelas standar. Makanya tidak boleh terlihat adanya paking aluminium di blok silinder. Juga karburator harus masih standar tampak dari luar.
Spare Parts Suzuki Spin 125
Untuk itu semua, Sang Pemuda langsung memesan kepada mantan mekanik Kymco. “Setelah dicek, jarak 4 baut blok silinder cukup dekat. Tidak bisa dipasangi seher gede lebih dari 63,5 mm. Apalagi mencari seher yang sesuai dengan pin Spin cukup jarang,” jelas sang mekanik.
Setelah ditelusuri, seher buatan TDR untuk bore up Yamaha Jupiter MX dirasa paling pas. “Tersedia dari ukuran 61-62 mm juga ada. Enaknya diameter pin seher sama-sama 14 mm. Sehingga bisa dipasang di setang seher standar Spin,” jelas Mekanik yang berjenggot itu.
Spare Parts Suzuki Spin 125
Seher Jupiter MX juga secara desain sudah bagus. Selain enteng juga bentuknya menguntungkan. Badan seher seperti sudah racing. Yang menempel di liner hanya sedikit. Sehingga gesekannya ringan. Apalagi didukung ring seher yang tipis-tipis, makin ringan saja gesekannya.
Seher TDR yang dipakai sang mekanik diambil yang ukuran 61 mm. Alasannya biar bisa ganti seher lebih gede lagi. Jika sudah ngebul bisa naik yang 62 mm. Masih merek TDR juga. Jadinya lebih awet dan murah biayanya.
Pilih seher ukuran 61 atau 62 mm juga masih menguntungkan. Tidak perlu bobok crankcase. Sebab diameter boring yang masuk crankcase bisa dipatok 64,8 mm. Masih bisa masuk ke lubang crankcase Spin yang 65 mm itu.
Spare Parts Suzuki Spin 125
Tanpa bobok crankcase bisa menghemat pengeluaran. Tidak perlu biaya untuk tukang bubut. Juga tidak merusak crankcase, sehingga kalau mau dibuat standar lagi bisa seperti buatan pabrik.
Enaknya lagi kepala seher punya MX cukup pendek. Sehingga kalau dipasang di blok Spin akan lebih mendem 3 mm. Ini bisa dimanfaatkan untuk naik stroke. Posisi seher bisa naik 3 mm dan turun 3 mm. “Total kenaikan stroke jadi 6 mm,” jelas brother yang sudah bikin Mio 218 cc tanpa paking tebal juga.
Dengan begitu bisa didapat stroke atau langkah piston yang tinggi. Standar Spin yaitu 55,2 mm. Kalau naik stroke sepanjang 6 mm, maka totalnya 55,2 + 6 mm = 61,2 mm. Lumayan tinggi kan.
Kenaikan stroke 6 ini lumayan menguntungkan. Sebab jika aplikasi seher 61 mm akan jadi square. Diameter dan langkah piston hampir sama. Akan didapat kondisi mesin yang seimbang. Getaran mesin juga tidak terlalu tinggi. Cepat didapat kenaikan rpm.
Dengan begitu cukup nyaman dipakai harian. Yang terpenting lagi, kapasitas silinder jadi bengkak. Diameter seher 61 mm dan stroke 61,2 mm. Jika dihitung menggunakan rumus kapasitas silinder akan didapat 178,8 cc. Kalau digenapkan, ya jadi 180 cc.
Hampir setera dengan Yamaha Mio yang sudah menggunakan seher 63,5 cc dengan stroke standar. Dipastikan masih bisa bejaban.

STROKE UP 6 MM TANPA PAKING

Untuk menaikkan kapasitas silinder bisa dibarengi dengan naik stroke. Seperti pada Spin milik Guntur yang bekerja di arena PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat itu.
Untuk naik stroke dipilih yang instan dan ringan. Menggunakan pin stroke yang bisa langsung pasang. Pin stroke dipilih yang benjol 3 mm. Sehingga bisa naik 6 mm.
Untuk mendapatkan pin stroke untuk Suzuki Spin memang langka. Atau bahkan mungkin belum ada di pasaran. “Solusinya bisa menggunakan pin stroke milik Suzuki Smash,” jelas Chandra Sopandi yang mengerjakan pemasangan pin ini.
Spare Parts Suzuki Spin 125cc
Pin stroke Smash memang tidak sama plek dengan kepunyaan Spin. Namun dudukan untuk setang seher sama lebarnya dengan punya Spin. Sehingga bisa dipakai.
Bahkan diameter pin stroke Smash juga bisa pas dengan diameter big end setang seher Spin. Sehingga bisa pas. Namun yang kurang pas justru pada bandulnya.
Bandul Smash lebih tipis dibanding Spin. Maka dudukan bandul Smash juga tipis. Kurang lebar dipasangi bandul Spin. Namun masih dirasa masih lumayan kuat.
Untuk mendapatkan pin stroke 3 mm milik Smash cukup banyak. “Bisa pakai buatan Kawahara, CLD atau LHK,” jelas Chandra yang pemilik bengkel bubut Master Tjendana.
Harga pin stroke untuk Smash sama dengan untuk motor lainnya. Sekitar Rp 250 ribuan.
Menurut Chandra, pin stroke cukup pakai yang 3 mm. Dengan kenaikan stroke 6 mm dirasa maksimal. Jika lebih dari itu, piston akan nongol dan menghantam kepala silinder.
Spare parts Suzuki Spin 125cc
Selain terapkan pin stroke, Chandra juga mengerjakan pasang klep gede di kepala silinder milik Spin ini. Lelaki berkacamata itu pakai klep merek EE. Diameter payung klep isap 31,5 mm. Sedangkan buangnya diset 25 mm.
Kondisi ini dirasa cukup untuk motor racing. Diplih menggunakan klep EE karena batangnya hanya 5 mm. Sehingga gesekan lebih ringan dan bobotnya juga enteng. Daripada pakai klep Honda Tiger yang diameter payungnya hampir sama tapi batangnya gede. Berat dan gesekan tinggi.
Klep EE selain dipotong juga lebih bagus diringankan. Caranya permukaan payung klep dibikin dalam. Lumayan bisa mengurangi beratnya. “Portingnya juga kudu dibenahi. Lubang isap dibuat jadi 28 mm,” jelas Chandra yang masih melajang itu.

Test Coba-Coba Buat Vario kenceng Berhasil!

Honda Vario milik tim Sinergy Motor (SM) ini, mampu menempati podium ketiga di kelas 150 cc Pemula di seri I ajang bertitel Pertamax Plus BRT Indotyre Race & Party 2009 di Sirkuit Sentul Kecil, Bogor. Rahasianya, ada di kruk-as Cryogenic. Wah, apaan tuh?

Menurut pria ramah berbadan gempal ini, kruk-as Vario itu jadi mempunyai kekuatan seperti intan. Ya, keras dan enggak gampang termakan. Itu karena struktur metalnya bertambah padat dan keras.
“Metode cryogenic ini, yaitu melakukan pendinginan pada part hingga suhu di bawah 300º celcius,” bilang Senaponda. Begitunya kekuatan kruk-as pun jadi bertambah. Kruk-as Vario jadi enggak mudah melintir. Teknik metal treatment ini pernah ditulis MOTOR Plus.

Eit, tapi bukan cuma itu saja rahasianya. Masih di sekitar kruk-as, juga kok. “Kruk-as dibandul lagi. Beratnya bandul di kedua sisi, 80 gram,” aku pria yang suka riset ini. Mantapnya lagi, selain bandulan ada di dalam, bubutannya juga dilakukan melalui proses mesin CNC.
Pastinya sih, dengan pakai mesin CNC ini, tingkat kepresisian jadi lebih akurat. Lanjut! Setelah dibandul, proses selanjutnya adalah melakukan penggantian setang seher.
“Setang seher standar diganti pakai punya Yamaha V-ixion agar lebih panjang,” ungkap Joko, mekanik SM. Pakai setang seher V-ixion, lubang pen piston pun berganti jadi 14 mm. Tentunya, piston milik Vario tak lagi bisa dipakai.
Akhirnya, silinder Vario ini dijejali piston Izumi diameter 54,5 mm tipe highdome milik Shogun 125. Piston ini punya pen yang sama. Yap! 14 mm tuh.
Oh ya! Pen kruk-as sedikit digeser 3 mm. Itu artinya, stroke naik-turun jadi 6 mm. Sekarang, total stroke jadi 61 mm. So, total kapasitas Vario ini pun jadi 142 cc.
Sip!
Durasi kem dibuat hanya sekitar 277º. Hitungannya? Buat klep in membuka 37º sebelum Titik Mati Atas (TMA) dan menutup 60º setelah Titik Mati Bawah (TMB). Sedang klep buang, dipatok pada durasi 279º. Yup! Buka 59º sebelum TMB dan nutup 40º setelah TMA. Jadinya tenaga motor di putaran atas lho.
Sedang power bawahnya, kan sedikit dibantu dengan naiknya stroke. “Boleh dibilang, bagus buat rolling speed dan trek lurus deh,” kata Joko yang pernah nimba ilmu ke Ahon alias Herman Lo ini.
DATA MODIFIKASI
Ban : Indotyre 80/90-14
Karburator : Keihin PE 28 mm
Main jet : 48
Pilot jet : 120
Per klep : Password
CDI : BRT I-Max
Roller : 10 gram

Minggu, 20 Februari 2011

Choco Blog

CARA SPIN 125 CC JADI 238,8 CC

Biar tenaga mesin berlipat, kapasitas mesin Spin 125 tentunya perlu ditingkatkan. “Lumayan kapasitasnya yang semula 125 cc saat ini menjadi 238,8 cc,” bilang mekanik murah senyum ini. Untuk itu perlu pasang piston gede dan naik stroke.
Boring bawaan motor enggak bisa lagi menampung piston baru milik Honda Tiger yang berdiameter 65 mm. Makanya boring asli dilepas, biar kompak kemudian dipasang liner bawaan Honda Tiger.
Enggak hanya itu, stroke juga ikutan digeser naik menjadi 8,5 mm dari posisi standar. Kini total panjang stroke yang awalnya hanya 5,5 mm menjadi 72 mm. Nah, ubahan ini juga diikuti dengan penggantian setang piston berlabel High Speed.

“Pakai setang asli malah mentok, makanya pilih produk aftermarket yang lebih panjang 3 mm dari standar. Kebetulan diameter pin piston sama dengan piston Tiger yaitu 15 mm jadi klop,” terang Oky lagi.

Otomatis biar piston enggak nyundul bagian head perlu dibuat paking tambahan. Setelah diukur paking yang ideal setebal 1,8 cm menggunakan bahan aluminium.

HEAD ENGGAK DIPAPAS

Kerja ruang bakar sempurna perlu ada penyesuaian setelah pasang piston gede. Oky ogah papas silinder head, doi mengandalkan ubahan klep Honda Tiger untuk in 31,5 mm dan out 27 mm.

Alhasil seting klep berubah dan sudut squish disesuaikan mengikuti dome piston. Kubah dibuat ulang dengan kemiringan yang didesain tirus menjadi 14 derajat. Setelah ruang bakar diatur ulang kini kompresi rasio menjadi 12 : 1.

RASIO BERUBAH

Bagian CVT Spin 125 masih mengandalkan bawaan motor. Cuma biar tarikan lebih responsip beberapa bagian juga perlu diubah. Roller sudah diganti dengan bobot 15 gram, sedang untuk rasio yang standar 13/45 diganti 14/47. “Cocok untuk dipacu di trek 800 meter.


 Ini juga aku copy..

hehe..